Ayo Bersama Kita Miningkatkan Traffic.....

"Ingin meningkatkan traffic pengunjung dan popularity web anda secara cepat dan tak terbatas...? Serahkan pada saya..., Saya akan melakukannya untuk anda GRATIS...!..Klik disini-1 dan disini-2"

Minggu, 28 Juni 2009

Dua Kejadian Luar Biasa Tadi Siang

Tadi siang mungkin merupakan hari yang tak akan pernah kulupakan. Aku mengalami kejadian dramatis yg mungkin kalo di pikir itu merupakan skenario Si Sutradara Alam Semesta. Kita sebagai manusia harus mengambil hikmah dari kejadian2 itu.

Ceritanya begini, siang itu ketika aku bersama-sama temen2ku jalan2 ke sebuah mall. Ketika melewati sebuah ruangan yaitu ruangan trafo, terjadi kabakaran yang cukup besar. Asap hitam bercampur bau sangit mengepul keluar dari ruangan tersebut. Kebetulan rombonganku merupakan kelompok orang pertama yg menyaksikan kebakaran tersebut. Dari pengetahuanku dan melihat asal api, ternyata kabel utama dari trafo terbakar. Dan hal ini bila terjadi konlseting antar kutub kabel tentu trafo akan meledak. Ukuran trafo lumayan besar.

Ga tau kok aku mempunyai naluri tuk segera memadamkan api. Otakku memerintahkan untuk segera mencari tabung pemadam api (apar). Saat itu ada seorang satpam mall kulihat berlari sambil membawa tabung pemadam. Segera saja pemadam itu kurebut, lalu aku meloncat masuk ruangan yg telah penuh asap. Daya penglihatanku sangat terbatas. Yang kulihat hanya setitik nyala api, lalu kuhampiri meskipun nyaris terperosok lubang jalur kabel. Langsung aku semprotkan pemadam ke titik api. Sempat terjadi ledakan kecil, tapi aku pikir, klo belum ajalku pasti Tuhan akan melindungiku. Upayaku berhasil, api mulai mengecil....,lalu datang bala bantuan security mall termasuk juga rombongan teman2ku dengan peralatan pemadam. Langsung mereka membantu menyemprot sampai api benar2 padam. Aku keluar ruangan dalam keadaan pening, sesak dan mual krn menghirup asap dan powder pemadam api terlalu banyak.

Sambil memulihkan diri kami bercakap2 dengan teknisi listrik yang ditugasi memperbaiki instalasi yg terbakar tersebut. "Kapan diperbaikinya pak?" tanyaku. "ini langsung ditangani mas, kelihatannya kerusakan tidak terlalu parah, mungkin beberapa jam selesai", lanjutnya. "Dalam keadaan bertegangan begini?" tanyaku (perlu diketahui mall tsb mempunyai sumber listrik cadangan yaitu genset). "Iya, kami sdh biasa mas, nanti yg bertegangan akan kami batasi dengan kardus, khan kardus/kertas isolator listrik", jawabnya. "Waaah.....hati2 pak, berarti kardus itu batas antara dunia dan akhirat," jawabku becanda. Dia tertawa.....

Setelah pulih aku melanjutkan jalan2 bersama teman2ku sambil bercanda mengulang kilas balik kejadiaan itu. Kami merasa takjub, krn terlibat dengan kejadian yg sungguh mendebarkan. Sepulang belanja, iseng2 kami melewati ruangan yg terbakar tersebut. Ternyata.......telah terjadi kecelakaan kerja, salah seorang teknisi yang memperbaiki instalasi yg terbakar, tersengat aliran listrik tegangan tinggi, dan meninggal. Dan tenyata lagi......!!!! yang meninggal adalah yg bercakap-cakap denganku tadi, yg kemudian kuketahui bernama Syamsuri. Innalillaahi wainnailaihi roji'un. Semoga beliau mati syahid krn meninggal dalam menunaikan tugas, dan amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT. Amiiiiin.

Renungan: Skenario Tuhan kadang terjadi melalui gerakan hati, atau melalui kejadian yang kadang kita tidak bisa menebaknya kecuali setelah terjadi.

5 komentar:

  1. waaahh.....sungguh dramatis

    BalasHapus
  2. ya ampyun mas andri, bener2 pengalaman yang dramatis...tapi ada rasa penyesalan juga nech,waktu tekhnisi itu memperbaiki instalasi listrik knapa ngga dimatiin dulu listriknya? apa hrus nunggu jatuh korban dulu?

    kasihan ya orang yang berprofesi sbg tekhnisi listrik, akus ering juga lihat mereka bergelantungan di tiang listrik sementara listriknya ngga dipadamin dulu...sungguh keterlaluan...

    turut berduka cita, smoga arwah korban diterima disisi ALLAH SWT...dan mati dalam keadaan syahid

    BalasHapus
  3. @mbak Nia: Yup setuju smoga almarhum mati dalam keadaan syahid, krn menunaikan tugas

    BalasHapus
  4. wah..gimana perasaannya mas..padahal sebelumnya ketemu dan malah sudah sempat mengingatkan..
    tragis sekali ya..
    turut berdukacita..

    BalasHapus
  5. perasaan campur aduk ga katuan....,betul mang tragis...kejadian ini mungkin ga akan pernah ku lupakan

    BalasHapus