Ayo Bersama Kita Miningkatkan Traffic.....

"Ingin meningkatkan traffic pengunjung dan popularity web anda secara cepat dan tak terbatas...? Serahkan pada saya..., Saya akan melakukannya untuk anda GRATIS...!..Klik disini-1 dan disini-2"

Kamis, 11 Desember 2008

Miniatur / Replica

Miniatur Sepeda Onthel

Ukuran:

Panjang: 31 cm

Tinggi: 18 cm

Harga: Rp. 100.000 (Seratus ribu rupiah)






Miniatur Becak

Ukuran:

Panjang: 41 cm

Tinggi: 21 cm

Harga Rp. 175.000 (seratus tujuh puluh lima ribu rupiah)







Miniatur Sepeda Mandarin

Ukuran:

Panjang: 48 cm

Tinggi: 23 cm

Harga Rp. 145.000 (seratus empat puluh lima ribu rupiah)






Miniatur Vespa

Ukuran:

Panjang: 22 cm

Tinggi: 24 cm

Harga Rp. 150.000 (seratus lima puluh ribu rupiah)





Miniatur Harley Davidson

Ukuran:

Panjang: 26 cm

Tinggi: 19 cm

Harga Rp. 160.000 (seratus enam puluh ribu rupiah)






Dan masih banyak miniature miniature yang lain. Bahan terbuat dari besi cor di campur kuningan, dan asli hand made, ada juga yang berbahan dasar fiberglass. Buat yg tertarik silahkan kunjungi www.tokominiatur.com


Selasa, 09 Desember 2008

Hati Yang Mendua

foto diperankan model

Ada rasa ketika bertemu kembali dengannya. Hati berbunga-bunga seakan bagai kisah remaja yang di landa panah asmara. Sebenarnya aku menyadari, aku sudah beristri, dan tlah mempunyai anak , tapi mengapa hati ini cenderung untuk tetap ingin menjalin kasih dengannya. Senyuman dan canda mesra yang dia berikan melumat semua keadaanku sekarang. Aku tak kuasa menepis semuanya.

Pertemuanku kembali dengannya memang tidak disengaja, kala itu aku sedang ke toko buku terbesar dikotaku. Saat sedang mencari buku yang aku butuhkan, aku dikejutkan oleh suara merdu yang akrab dengan telingaku beberapa tahun yang lalu. Wow ternyata aku bertemu dengannya. Seseorang ynag pernah mengisi hatiku, seseorang yang pernah mengukir pelangi dihatiku, seseorang yang pernah membuat hari-hariku ceria. Yaaaah seseorang yang sangat special saat itu.

Lalu aku dengannya menuju restoran cepat saji yg tak jauh dari tempat itu. Aku dengannya saling cerita keaadaan kami sekarang, saling bercanda, saling mencurahkan isi hati hingga saling mengenang nostalgi antara kami berdua. Ada perasaan rindu yang tertahan selama bertahun-tahun. Meskipun kami sama2 telah menikah, rasa itu masih kuat menghiasi pertemuan kami. Dia sempat mengatakan ingin mengulangi kisah kami. Aku tak kuasa menolak, tapi dalam perasaan yang terdalam aku tidak tega mengkhianati istriku. Aku juga sayang pada istriku.

Ternyata dia ada masalah dengan pernikahannya. Dia sudah tidak harmonis lagi dengan sang suami. Pertemuannya sangat jarang karena suaminya tugas di luar kota. Hubungan pernikahannya menurut dia sudah tidak sehat. Ada rasa iba dengan keadaannya. Aku sempat berfikir, andai aku dulu menikah dengannya mungkin dia tidak akan mengalami keaadaan seperti ini. Ingin rasanya aku menggantikan suaminya. Tapi aku menyadari aku masih mempunyai istri yang sah, dan aku tidak mempunyai masalah dengan pernikahanku. Aku sangat menyayangi istriku.

Hingga pada suatu saat aku terbangun. Ternyata semua itu hanya mimpi. Yaaah…., mimpi yang merupakan sebuah ujian.
Ujian akan arti kesetiaan. Tertipu........ :r

Jumat, 28 November 2008

Trik Ketika Ditilang Polisi

Ini ada artikel menarik yg kudapat dari milist tf_its@yahoogroups.com, kiriman dari Bpk. Biyanto. Semoga bermanfaat.

Beberapa waktu yang lalu sekembalinya berbelanja untuk kebutuhan lebaran, saya sekeluarga pulang dengan menggunakan taksi. Ada adegan yang menarik ketika saya menumpang taksi tersebut, yaitu ketika sopir taksi hendak ditilang oleh polisi. Sempat teringat oleh saya dialog antara polisi dan sopir taksi.

Polisi (P) : Selamat siang mas, bisa lihat Sim dan STNK?
Sopir (Sop) : Baik Pak…

P : Mas tau..kesalahannya apa?
Sop : Gak pak

P : Ini nomor polisinya gak seperti seharusnya (sambil nunjuk ke plat nomor taksi yg memang gak standar) sambil langsung mengeluarkan jurus sakti mengambil buku tilang…lalu menulis dengan sigap
Sop : Pak jangan ditilang deh… wong plat aslinya udah gak tau ilang kemana… kalo ada pasti saya pasang

P : Sudah…saya tilang saja…kamu tau gak banyak mobil curian sekarang… (dengan nada keras!! )
Sop : (Dengan nada keras juga ) Kok gitu! taksi saya kan Ada STNK nya pak , ini kan bukan mobil curian!

P : Kamu itu kalo di bilangin kok ngotot (dengan nada lebih tegas) kamu terima aja surat tilangnya (sambil menyodorkan surat tilang warna MERAH)
Sop : Maaf pak saya gak mau yang warna MERAH suratnya…Saya mau yg warna BIRU aja

P : Hey! (dengan nada tinggi) kamu tahu gak sudah 10 Hari ini form biru itu gak berlaku!
Sop : Sejak kapan pak form BIRU surat tilang gak berlaku?

P : Inikan dalam rangka OPERASI, kamu itu gak boleh minta form BIRU… Dulu kamu bisa minta form BIRU… tapi sekarang ini kamu Gak bisa… Kalo kamu gak kamu ngomong sama komandan saya (dengan nada keras dan ngotot)
Sop : Baik pak, kita ke komandan bapak aja sekalian (dengan nada nantangin tuh polisi)

Dalam hati saya …berani betul sopir taksi ini …
P : (Dengan muka bingung) Kamu ini melawan petugas!?
Sop : Siapa yg melawan!? Saya kan cuman minta form BIRU… Bapak kan yang gak mau ngasih

P : Kamu jangan macam-macam yah… saya bisa kenakan pasal melawan petugas!
Sop : Saya gak melawan!? Kenapa bapak bilang form BIRU udah gak berlaku? Gini aja pak saya foto bapak aja deh… kan bapak yg bilang form BIRU gak berlaku (sambil ngambil HP)

Wah … wah hebat betul nih sopir …. berani, cerdas dan trendy … (terbukti dia mengeluarkan hpnya yang ada berkamera.
P : Hey! Kamu bukan wartawankan! ? Kalo kamu foto saya, saya bisa kandangin (sambil berlalu)
Kemudian si sopir taksi itupun mengejar itu polisi dan sudah siap melepaskan "shoot pertama" (tiba-tiba dihalau oleh seorang anggota polisi lagi )

P 2 : Mas, anda gak bisa foto petugas sepeti itu
Sop : Si bapak itu yg bilang form BIRU gak bisa dikasih (sambil tunjuk polisi yg menilangnya)

lalu si polisi ke 2 itu menghampiri polisi yang menilang tadi, ada pembicaraan singkat terjadi antara polisi yang menghalau si sopir dan polisi yang menilang. Akhirnya polisi yg menghalau tadi menghampiri si sopir taksi
P 2 : Mas mana surat tilang yang merah nya? (sambil meminta)
Sop: Gak sama saya pak…. Masih sama temen bapak tuh (polisi ke 2 memanggil polisi yang menilang)

P : Sini tak kasih surat yang biru (dengan nada kesal)

Lalu polisi yang nilang tadi menulis nominal denda sebesar Rp.30.600 sambil berkata "nih kamu bayar sekarang ke BRI … lalu kamu ambil lagi SIM kamu disini, saya tunggu".
S : (Yes!!) Ok pak ..gitu dong kalo gini dari tadi kan enak…

Kemudian si sopir taksi segera menjalnkan kembali taksinya sambil berkata pada saya, "Pak .. maaf kita ke ATM sebentar ya .. mau transfer uang tilang . Saya berkata ya silakan.

Sopir taksipun langsung ke ATM sambil berkata, … "Hatiku senang banget pak, walaupun di tilang, bisa ngasih pelajaran berharga ke polisi itu." "Untung saya paham macam2 surat tilang."

Tambahnya, "Pak kalo ditilang kita berhak minta form Biru, gak perlu nunggu 2 minggu untuk sidang Jangan pernah pikir mau ngasih DUIT DAMAI…. Mending bayar mahal ke negara sekalian daripada buat oknum!"

Dari obrolan dengan sopir taksi tersebut dapat saya infokan ke Anda sebagai berikut:

SLIP MERAH, berarti kita menyangkal kalau melanggar aturan Dan mau membela diri secara hukum (ikut sidang) di pengadilan setempat.. Itupun di pengadilan nanti masih banyak calo, antrian panjang, Dan oknum pengadilan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilai tilang. Kalau kita tidak mengikuti sidang, dokumen tilang dititipkan di kejaksaan setempat, disinipun banyak calo dan oknum kejaksaan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilang.

SLIP BIRU, berarti kita mengakui kesalahan kita dan bersedia membayar denda.
Kita tinggal transfer dana via ATM ke nomer rekening tertentu (kalo gak salah norek Bank BUMN).
Sesudah itu kita tinggal bawa bukti transfer untuk di tukar dengan SIM/STNK kita di kapolsek terdekat dimana kita ditilang. You know what!? Denda yang tercantum dalam KUHP Pengguna Jalan Raya tidak melebihi 50ribu! dan dananya RESMI MASUK KE KAS NEGARA

Selasa, 25 November 2008

Dapat Award Lagi Nih....



Meskipun agak terlambat, akhirnya aku punya waktu nih...buat ngejain PR dari mbak Lyla (thanks ya mbak Lyla).

PR-nya gini, yang membuat tersenyum hari ini:
  1. Nonton film Otomatis Romantis, tingkah polah Tora sudiro & Tukul lucu bangeeet.
  2. Ngaca di depan cermin...perutku kok tambah buncit ya...
  3. Anakku kok mirip sekali aku yaah (coba mirip tetangga khan berabe .... :O)
  4. Bangun kesiangan..., msk kerja kurang 1 menit terlambat
  5. Krn kesiangan ga sempat bawa bontotan (bekal makan siang), saat mo makan siang lupa klo ga bawa bontotan, saat buka kunci locker kaget :( kok bontotan hilang
  6. Ada warnet Rp 1000 per jam, saat dicoba lelet banget kayak siput
  7. Inget kejadian saat bertamu ke rumah teman, kursi yg kududuki patah, and aku terjungkal gedubraaaak...
  8. Apa ya... bingung akhirnya tersenyum sendiri (kayak orang gila)
  9. Sama dengan no 8 senyum sendiri kayak orang gila...
  10. Gila sungguhan.....weeek :z

Dapet award juga dari Mas Nirmana, thanks ya Mas

Senin, 17 November 2008

Video Chatting

Bagi para blogger sebagian besar mungkin sudah mengenal video chatting dengan Yahoo Messenger. Tapi ada pilihan yang mungkin lebih menarik dan atraktif. Dari segi tampilan mungkin lebih baik, serta kita tidak perlu minta persetujuan calon lawan chatting kita untuk melihat video streamingnya. Caranya:

1. Download installer dari www.camfrog.com, insataller berupa file camfrog.exe

2. Setelah dapat install ke computer, dengan meng-klik camfrog.exe tsb

3. Ok sekarang masuk ke program camfrog, lalu isi form nick name, password, dsb

4. Sign on ke camfrog, dengan terlebih dahulu mengisi nick name dan password yang telah dibuat.


5. Setelah berhasil sign on, pilih room dengan mengklik room list ( waduh gambarnya terlalu kueeeciiil, sampe mendelik liatnya......itu tuh yg ada tanda panah)

6. Silahkan pilih room berdasarkan area Asia, America latin, dsb

7.Klik salah satu chat room, maka anda telah bisa melihat calon lawan chatting anda dengan mengklik nick name yang ada di kolom sebelah kanan (he he he...dapet bule cakep)


Selamat mencoba.

Jumat, 14 November 2008

Download Lagu Gratis

Mungkin bagi sebagian blogger, sudah tau and hapal luar kepala cara2 download lagu2 terbaru atau lama format mp3 dari beberapa situs (Gratis) . Tapi tidak ada salahnya saya menjelaskan cara2-nya disini..

Biasanya saya mencari lagu di www.mp3raid.com atau di www.misshacker.com.

Cara2 download di mp3raid

  1. Masuk ke www.mp3raid.com
  2. Ketik judul lagu pada “search”, lalu klick search
  3. Klik down load pada hasil pencarian. Biasanya ada beberapa pilihan hasil pencarian. Silahkan pilih yg sesuai dengan deskripsi yg tercantum

Cara2 down load di misshacker sbb:

1. Masuk ke www.misshacker.com

  1. Pada menu, pilh music, disana ada pilihan mp3 Asian, Indonesia, internasional atau Malaysia.
  2. Bila mencari berdasarkan judul lagu yang sedang ngetrend saat ini silahkan klik Album, kompilasi, oST, single hits, kalau berdasarkan grup music atau penyanyi silahkan klik sesuai abjad.
  3. Akan muncul page serta isi lagu2, silahkan klik judul page
  4. Akan muncul page baru, klik judul lagu yg diinginkan pada bagian yg mengandung link ke pihak ketiga (downloader).
  5. Tunggu beberapa saat, akan muncul situs Rapid share, ziddu dll yg merupakan situs downloader, pilih bagian yg free user

Bil

Selamat Mencoba.

Minggu, 02 November 2008

Chatting Yang Menyeramkan

Ini pengalamanku chatting yang menyeramkan beberapa hari yang lalu. Saat itu aku lagi kena shift malam. Seperti biasa klo shift malam aku bawa laptop ke tempat kerja. Lumayan disaat senggang aku bisa online internetan. Aku pake wireless modem cdma.

Saat menunggu download suatu program aku iseng2 chatting. Kebetulan teman2 dlm messenger listku pada off semua. Terpaksa deh cari teman baru di chatting room. Dapet satu yg respek. Setelah ngobrol ngalor ngidul dia minta tukeran webcam. Ok, kita saling tukeran.

Pembicaraan jadi tambah hangat dan akrab. Perlu diketahui saat itu pukul 23.15, aku internetan di ruang panel Waste Water Treatment, letaknya paling belakang lokasi pabrik, dan disana tidak ada seorangpun, sepi…., teman2 pada berkumpul di ruang Engineering. Suatu saat dia tanya ke aku. “ndri, kamu ini sekarang bareng cewek ya?”. Kujawab,”enggak, yang shift malem ga ada pekerja cewek, semua temanku di depan (ruang engineering)”. “lho, itu dibelakangmu kok ada cewek…,iiih sereeem, mukanya berdarah ….”ujarnya. Secara reflek aku menoleh ke belakang, tidak ada siapa2 (bulu kudukku mulai berdiri). “Bener ndri aku takuuut,’ jawabnya. Waduuuuuhh…secepat kilat aku sign off trus kemas2 laptopku, sambil sesekali liat ke belakang, trus aku ngacir menuju ruang Engineering yang berjarak kira-kira 300 meter. Iiiihhhhh sungguh pengalaman yang menyeramkan.

Tapi setelah kupikir2 apa bener ya……, mungkin saja temenku itu hanya menakuti. Waaaah sejak saat itu aku kapok ga online di ruangan itu lagi.

Jumat, 31 Oktober 2008

Cerita Masa Lalu


Ini cerita semasa kuliah dan masa kebersamaan dengan teman2 kost. Aku kos di sebuah rumah kost yang menampung sebanyak sekitar 8 orang. Latar belakang kehidupan kami berbeda2, ada yg sudah bekerja, ada yang masih kuliah,dan ada yg masih penganguran (menunggu test penerimaan pegawai).

Di kamar paling depan ditempati oleh seorang yang menurutku cukup antik dan aneh serta lucu. Namanya Boncel. Si boncel sudah bekerja di salah satu instansi pemerintah. Tapi gaya hidupnya masih seperti anak kuliahan, maklum umurnya masih sangat muda, dan sebaya denganku.

Aku dan teman2 yang lain sering mangkal di kamarnya. Karena kamarnya terbilang cukup mewah, dengan peralatan audio dan video cukup lengkap. Jadi sarana hiburan di tempat itu cukup bisa membuat suasana sedikit meriah, ditengah suasana sibuk tiap hari yang dijalani tiap2 penghuni kost.

Kebiasaan Si boncel adalah bangun pagi sekali disaat penghuni kost masih tertidur lelap. Dia biasanya menyetel alarm dengan mempergunakan audio video setnya. Tepat jam 04.30 pagi biasanya audio video setnya berbunyi dengan memainkan lagu2 tertentu yang telah di set sebelumnya dengan sangat keras, sehingga mau tidak mau penghuni yang lain ikut terbangun. Tak apalah, penghuni yang lain maklum, sekalian bangun untuk sholat subuh. Bahkan penghuni yang lain berterima kasih ikut dibangunkan.

Pada suatu hari jam 04.30, seperti biasa alarm di ruangan si boncel berbunyi. Tapi suara yang terdengar bukan suara lagu2 kesayangannya, tapi suara ah….., uh…., ah…, uh…., mirip kayak film bokep. Suaranya cukup keras sehingga semua penghuni kost mendengar. Waduh……, seluruh penghuni gempar…., semua tidak berani keluar ruangan. Aku juga pura2 masih tidur…. Sekitar sepuluh menit kemudian ibu kost datang dengan membawa kunci cadangan dan masuk ruangan si boncel serta mematikan vcd playernya.

Rupanya siboncel tidak tidur di ruangannya saat itu, dia tidak pulang semalam, dan vcd playernya mungkin habis dibuat nyetel film bokep, tapi setting alarm tidak dimatikan. Dan cd bokepnya lupa di eject, dan masih ada di playernya. Karuan saja saat waktu alarm aktif suara yang keluar adalah ahh…, uhhhh, ahhhh, uhhh…

Boncel…..boncel.., memang orang yang antik. Kami semua sampai terpingkal2 ketika pada suatu kesempatan berkumpul membahas hal tersebut.

Jumat, 17 Oktober 2008

Maaf

Ketika sadar menggelayut dalam jiwa

Usir ‘sgala persimpangan bersaput kelabu

Tergores rasa sesal yang tiada tara

Atas ‘sgala perilaku yang menusuk qolbu


Mungkin sesal ini tidak jua obati hati tertusuk duri

Mungkin perilaku berdebu masih sisakan luka di hati

Bercampur harapan yang kandas terhempas gelombang dusta

Sisakan perih tersayat sembilu mengharu biru


Semoga langkahmu tetap tegar merajut asa

Menuju masa yang membuatmu bahagia tanpa nista

Merenda hari esok yang kan memberimu warna

‘tuk capai untaian bunga berlatar bahtera


Puisi ini kutulis untuk seseorang di Hongkong

Rabu, 01 Oktober 2008

Selamat Idul Fitri


Sebulan penuh kita mencari ridho-Nya, sebulan penuh kita mencari maghfiroh-Nya, dan sebulan penuh kita memohon ampun mencari ampunan-Nya, kini saatnya kita mencari ampunan terhadap sesama demi kesempurnaan segala ibadah yang telah kita lakukan.

Khilaf dan dosa kepada sang pencipta telah kita minta ampunan. Tinggal khilaf dan dosa pada sesama belum kita bersihkan. Pada kesempatan ini ijinkan saya memohon maaf lahir dan bathin atas segala kesalahan baik yang disengaja atau yang tidak disengaja. Semoga amal ibadah kita selama ini diterima oleh Allah SWT.


Kadang lidah tak kuasa untuk menghujat,
Kadang hati tak kuasa untuk membenci,
Di hari nan fitri ini, hapus segala kebencian di hati,

Minal Aidzin Walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin

Sabtu, 20 September 2008

Kisah Sang Pencari Lailatul Qadar

Gorontalo (ANTARA News) - Hidup sebatang kara selama sepuluh tahun terakhir, tak lantas membuat Kasim (57), tunawisma di salah satu sudut Kota Gorontalo, merasa kesepian dan putus asa menjalani hidup.

Bermodal sepeda tua, sebuntal pakaian serta pasir penggosok, ia berpindah-pindah tempat seantero kota, demi sekedar mencari tempat singgah untuk istirahat, menghilangkan kepenatannya seusai bekerja.

Dari rumah ke rumah, Kasim menawarkan jasanya untuk membersihkan wajan atau alat dapur lainnya dengan upah seribu hingga lima ribu rupiah.

Tak jarang ibu rumah tangga, hatinya tersentuh dan memberi upah yang lebih besar. Kasim memang tak pernah menetapkan upah yang harus dibayar, setelah wajan-wajan mereka bersih dari kerak arang berkat "khasiat" pasir gosoknya.

Sisa-sisa arang yang `menyelinap` di kuku jarinya, cukup untuk menjadi bukti bahwa pria paruh baya tersebut ikhlas menjalani pekerjaan yang unik itu.

Kasim memang pantang menjadi seorang peminta-minta dari rumah ke rumah.

"Allah tidak pernah buta, Dia selalu memberi pertolongan sehingga saya bisa bertahan hidup seperti saat ini," ujarnya, ketika ditemui di pinggiran kota Gorontalo.

Kepergian istri dan anak kehadirat Allah SWT sepuluh tahun silam, membuatnya tersadar bahwa ia harus segera membenahi hidupnya. Sebelumnya Kasim dihabiskan hari-harinya dengan mencuri dan berjudi.

"Mungkin anak dan istri saya sengaja diambil Tuhan, sebagai peringatan untuk segera bertobat dan meninggalkan dua perbuatan haram itu," katanya.

Saat itulah titik balik kehidupan Kasim berubah. Ia kembali ke jalan-Nya dan berniat membersihkan dosa-dosa hingga hidup selesai dijalaninya.

Perasaan menyesal dan bersalah, membuatnya semakin "melek" agama. Ia mengawali dengan belajar mengaji pada seorang ustad, dan kemudian berkelana dari masjid ke masjid.

Bulan Ramadhan seperti saat ini, merupakan saat yang paling ditunggu-tunggu. Ia selalu menyambutnya dengan suka cita.

"Aku ingin mendapatkan malam seribu bulan. Aku ingin mengejar pengampunan di bulan Ramadhan," ujarnya.

Ia selalu teringat kata-kata guru mengajinya, yang mengutip hadist yang dirawikan Bukhori dan Muslim, "Barang siapa mengerjakan ibadah di malam Lailatul Qadar karena imannya kepada Allah dan karena mengharapkan keridhaan-Nya, niscaya diampunilah dosanya yang telah lalu."


Sepuluh Malam Terakhir

Kitab suci memang menyebutkan Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik baik dari seribu bulan. Umat Muslim percaya pada malam itu pintu-pintu langit dibuka, doa-doa bakal dikabulkan dan segala takdir yang terjadi pada tahun itu ditentukan.

Karena itu, Kasim terus mencari-cari malam Lailatul Qadar, terutama di malam-malam ganjil, pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Dalam tiga tahun belakangan ini, Kasim mengaku tak pernah melewatkan 10 malam terakhir itu, demi memohon dihapuskan dosa dan dikabulkannya doa.

Akhir Ramadhan tahun ini pun ia telah bersiap-siap menghabiskan waktunya di 10 malam terakhir dengan beritikaf, atau berdiam diri di masjid dengan niat mendekatkan diri kepada Tuhan dan menjauhkan diri dari maksiat.

Pekerjaan membersihkan wajan, yang terkadang harus dilakoninya hingga malam hari, sengaja diabaikan pada 10 malam terakhir yang telah dinantikannya.

"Saya berusaha agar sepuluh malam terakhir Ramadhan tak terlewatkan, sebab tidak seorangpun tahu kapan datangnya Lailatul Qadar diantara malam-malam tersebut," ujarnya dengan pandangan menerawang.

Ia mengaku telah mempelajari cara mencari Lailatul Qadar dari berbagai buku yang ia baca saat singgah di beberapa masjid serta penjelasan sejumlah ustadz yang pernah ia temui di sepanjang perjalanannya.

Ia pun tak pernah bisa memastikan, apakah ia telah mendapatkan Lailatul Qadar itu, namun yang pasti ia merasa hidupnya jauh lebih tenang, karena telah bertaubat.

Kasim mengejar Lailatul Qadar dengan melakukan shalat tarawih, tahajud, beristighfar, berdzikir, membaca Al Quran, serta bersedekah.

Kendatipun penghasilannya dari membersihkan kerak wajan hanya beroleh rupiah yang tak seberapa, namun ia masih menyisihkan sebagian rezekinya untuk kaum fakir, seperti dirinya.

"Terima kasih pak, semoga mendapat rezeki yang lebih besar lagi," ucap seorang pengemis sambil berlalu setelah mendapatkan uang logam 500 rupiah dari Kasim.

Rezeki, kata Kasim, tak hanya sekedar berbentuk rupiah, karena itu tak pernah mendatangkan kepuasan bagi manusia. Baginya, rezeki terbesar dalam hidupnya adalah perasaan bersyukur kepada-Nya, sehingga berapapun upah yang diperoleh, Kasim tak pernah protes, marah, menyesal ataupun merasa rugi.

Makna berbagi dengan sesama pun bagi Kasim tak hanya sebatas saling memberi, namun juga saling mendoakan untuk kebaikan hidup di dunia dan akhirat. (*)

Oleh: Debby Hariyanti Mano
www.antara.co.id

Senin, 08 September 2008

Khilaf

Kemarin mungkin merupakan titik terburuk pengendalian emosiku selama 10 hari pertama di bulan Ramadhan ini. Ceritanya begini, Jam menunjukkan pukul 17.00, tapi Vita anak pertamaku masih asyik bermain-main di depan rumah. Panggilan istriku untuk segera mandi tidak digubrisnya. Aku saat itu membantu istriku menyetrika popok bayi, krn persediaan popok bersih sudah menipis untuk malam nanti. Panggilan kedua dari istriku masih tidak digubris. Akhirnya aku turun tangan memanggilnya untuk segera mandi. Tapi panggilanku juga mendapat perlakuan yang sama, tidak digubris sama sekali. Aku menghampirinya, dengan muka agak ditekuk, tapi si Vita malah mengacuhkanku.

Dengan emosi aku pukul pundaknya, tp mengapa saat aku pukul, aku menggunakan tangan dengan tenaga yg lumayan besar untuk anak usia 6 th. Aku baru menyadarinya ketika anak pertamaku itu menangis kesakitan memegangi pundaknya. Yaaa Allah, aku sungguh khilaf. Aku tidak menyangka pukulan telapak tanganku begitu keras sehingga menimbulkan suara. Istriku sampai ikut menangis menyaksikan adegan itu. Selama ini belum pernah aku memperlakukan anakku seperti itu. Istriku memeluk anakku yang masih menangis sesenggukan. Aku tercengang dengan kejadian yang terus terang diluar kendali ini. Sampai sampai istriku takut Vita mempunyai pikiran kok ayah memukulku setelah aku mempunyai adik. Apakah Ayah lebih sayang adik dari pada aku? Airmataku hampir menetes ketika istriku mengutarakan itu.

Tidak anakku, itu semua terjadi secara spontanitas, atas gagalnya ayah mengendalikan diri. Ayah tidak bermaksud membedakan kalian. Ayah akan berusaha bersikap adil hingga kalian dewasa kelak. Kejadian itu terbawa sampai ke tempat kerja. Tangisan anak pertamaku masih terngiang. Rasa iba, menyesal, dan mengutuk diri bercampur aduk dalam qolbu. Dorongan untuk lebih menyenangkan anak pertamaku semakin menguat dalam dada. Rasanya aku ingin cepat-cepat pulang untuk mengajaknya jalan-jalan ketempat yang ia sukai sebagai pelepas rasa bersalahku padanya.

Sabtu, 06 September 2008

Sebuah Rasa



Tidak terasa Vito sudah berusia 2 bulan. Selama satu bulan ini memang merupakan hari2 yang berat buat istriku. Bayangkan sebulan yang lalu PRT-ku pulang, dan ga kembali lagi. Sedangkan bpk & ibu mertuaku juga pulang karena ada urusan penting di Sragen. Jadi praktis segala urusan rumah tangga kami tangani sendiri.

Saat yang berat buat istriku ketika harus tidak tidur krn harus memberikan ASI sepanjang malam sampai menjelang pagi. Sedangkan aku sedang tugas malam. Belum lagi Vita, anakku yg pertama merengek merasa cemburu karena mamanya lebih memperhatikan si adik.

Tapi semua itu kami jalani dengan penuh iklash demi membesarkan buah hati kami. Kala si Vito sudah bisa tersenyum merupakan obat penawar bagi kami yang dapat menghilangkan kepenatan. Alhamdulillah sejak minggu lalu kami sdh dapat pembantu, meskipun datangnya tiap dua hari sekali (tdk nginap). Lumayanlah untuk mengurangi beban pekerjaan rumah.

Sabtu, 30 Agustus 2008

Marhaban Yaa Ramadhan


Taktiku

Picture taken from www.taktiku.com

Dikala badan berlumur dosa

Dikala hati bersaput dengki

Dikala nafsu sering menguasai

Dikala cahaya-Mu makin menjauh pergi


Bulan yang penuh berkah tlah datang menghampiri

‘Tuk basuh jiwa yang tlah terkotori

Pintu ampunan terbuka sambut taubat diri

Sebagai limpahan rahmat dari cahaya Ilahi


"Selamat menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadhan

Semoga amal ibadah kita di bulan ini diterima oleh Allah SWT

Dan selamat menyongsong malam seribu bulan

Dengan tekat yang kuat semoga kita menjumpai malam Lailatul Qodar

Malam yang lebih baik dari 1000 bulan"

Selasa, 26 Agustus 2008

Terpesona di Mesjid Muhammad Cheng Hoo



Jum’at kemarin aku belanja kebutuhan computer di Hi-Tech Mall Surabaya. Kebetulan aku berang kat sudah agak siangan, shg waktu untuk sholat jumat sudah sangat mepet. Akhirnya ku putuskan untuk sholat jumat dulu di mesjid terdekat. Mesjid yang terdekat adalah Mesjid Muhammad Cheng Hoo.

Memasuki halaman Mesjid aroma kebudayaan tionghoa terasa begitu kental. Arsitektur bangunan mesjid mirip bangunan di film2 China klasik. Warna merah mendominasi, serta ada beberapa lafadz Al-Qur’an menghiasi dinding. Begitu membawaku ke nuansa religi yang belum pernah aku lintasi selama ini.

Yang tidak kalah membuatku terpesona adalah para jamaah sholat jumat yang sebagian merupakan warga keturunan Tionghoa. Ada eksekutif muda Tionghoa yang baru turun dari mobil dengan pakaian kantor resmi menuju tempat wudhu. Ada bapak setengah baya pakai kopyah putih yang sedang wiridan menunggu khotbah jumat, juga keturunan Tionghoa. Ada juga pemuda Tionghoa (sepertinya takmir mesjid) yang sedang mengatur shaft jamaah diluar mesjid (mesjid penuh sehingga harus gelar tikar di bawah terop yg telah disiapkan). Imam & pembawa khotbah Jumat pun merupakan warga keturunan Tionghoa.

Semua pemandangan itu membuatku terlarut dalam sebuah rasa. Yaaaaah, rasa yang didalamnya terkandung kelezatan sebuah makna. Makna bahwa, Allah tidak memandang ras, suku, warna kulit, keturunan dll dalam melimpahkan hidayah-Nya. Hidayah bagi orang2 yang memang merindukan. Merindukan akan jalan kebenaran.

Selasa, 12 Agustus 2008

E-Book Motivasi Pembangun Jiwa

Buat temen2 blogger yang ingin download E-Book Motivasi Pembangun Jiwa silahkan klik disini

Langkah2 nya sebagai berikut (silahkan ditulis krn page akan berganti ke web downloader):

1. Masukkan kode yang ada disamping isian (please enter kode here)
2. Lalu klik download
3. Tunggu timer pada kolom free sampai angka NOL (kira2 45 detik)
4. Klik Free Download

File hasil download dalam bentuk Motivasi.exe
Dapat langsung dijalankan (double klik)
E-Book ini berisi artikel2, cerita2, yang akan memotivasi hidup kita kearah yang lebih baik.

Semoga bermanfaat.

Senin, 04 Agustus 2008

Dapat Award Maning

Asyiik......!!! dapet award lagi.., dari mbak Nia, makasih ya mbak



Kali ini kulempar ke:
1.Mama Ceca
2.Bunda Nay
3.Vie
4.Wong Alit
5.Diah

Semoga persahabatan kita tetap terjalin.

Kamis, 31 Juli 2008

Amarah Berselimut Sabar


Yang kubenci adalah sifatnya. Yang kubenci adalah tingkah lakunya. Yang kubenci adalah attitude-nya. Memang di setiap sisi kehidupan pasti ada sesosok figure yang mirip atau bahkan sama mengenai tingkah laku, sikap dan sifat menyebalkan seperti dia. Seorang yang kaku, merasa benar padahal belum tentu benar bila ditinjau dari berbagai sisi.

Sesuai dengan sifat dan pembawaanku saat ini, aku memilih menghindar/ tidak meladeninya. Walau dalam hati ada hasrat untuk melawan. Tapi buat apa? Apa yang akan aku dapat? Pasti dampak negative yang akan aku terima.

Lebih baik kuanggap aja orang itu tidak ada. Walau sebetulnya hampir tiap hari aku berhadapan dengannya untuk urusan kerja. Memang kadang terasa berat, tapi mau bagaimana lagi, daripada ribut. Kehidupan ala premanku telah berlalu. Sisi kekerasan dalam operjalanan hidupku tidak ingin aku ulangi. Biarlah masalah ini mengalir secara alami tanpa campur tangan nafsu amarah.

Rasa dendam sering aku tekan. Rasa sakit hati sering aku redam. Keinginan untuk membalas sering aku hilangkan. Setelah aku berhasil aku meredam gejolak jiwa tersebut, ada rasa tentram menyelingi dalam hati. Ada kepuasan qolbu yang bersemayam di dada. Mungkin ini merupakan pelajaran untuk lebih sabar dan ikhlas, serta ladang untuk bercocok tanam kebajikan.

Sabtu, 19 Juli 2008

Tugas dari Mbak Nia (mama Ina)




Sebenernya pertama aku bingung, apa sih manfaatnya buat beginian. Tapi setelah aku pikir, memang banyak manfaatnya selain semakin mengakrabkan juga bisa menambah traffic kunjungan. Thanks ya... mbak Ina ..eh..... mama Nia...yang betul mbak Nia (mama Ina, bingung... :t)

Rules (Aturan Main):
1) Put the logo on your blog.
2) Add a link to the person who awarded you.
3) Nominate at least 7 other blogs.
4) Add links to those blogs on yours.
5) Leave a message for your nominees on their blogs.

Dikirim ke:
1. Budi (ayahe malfa)
2. Elkaes
3. Linda
4. Diah
5. Nina
6. Wong Alit
7. Adi

Sabtu, 12 Juli 2008

Rindu Sahabat



Ketika canda terpisah jarak dan kesempatan
Ketika rasa senang sudah tidak dirasakan bersama
Ketika rasa sedih sudah ditanggung sendiri
Ketika kebersamaan tertutup urusan kerja dan keluarga

Ada asa tuk kembali mengulang
Saat-saat yang penuh tawa dan kebersamaan
Dimana tiada iri dan dengki menguasai hati
Mengalir harmoni sejukkan jiwa menghapus duka

Seikat harapan masih tersimpan didalam hati
‘Tuk merajut mahligai rindu penyejuk qolbu
Walau aral pasti melintang menyambut rintih
Hanyutkan pesona riang hilangkan cita

Namun nostalgi harus tetap melekat di sanubari
Terpatri abadi kilaukan cahaya pelangi
Terbungkus rapi simpan gejolak hati
Akan kebersamaan dengan sahabat sejati.

by: irdna

Minggu, 06 Juli 2008

Lahirnya Sang Fajar (Revito Firdaus Setiabudi)

Sebelumnya minta maaf buat teman-teman blogger, baru bisa balas kunjungan ‘n baru sempat up date.

Pada 29 Juny 2008 malam tidak ada tanda-tanda untuk melahirkan pada istriku. Masih sempat terima tamu keluarga, masih sempat beres-beres rumah, bahkan jam 21.00 sempat aku tinggal untuk ikut pertandingan tenis meja memperkuat team RT-ku dalam rangka menyambut hari Kemerdekaan RI ke-63.

Selesai pertandingan kira-kira 23.00, capek deh…. saat itu. Meskipun team RT-ku kalah, tak apalah yang penting ikut menyemarakkan. Setelah bersih-bersih badan, aku beranjak tidur. Istriku sudah tidur duluan. Tidak lupa aku nyalakan alarm untuk rencana nonton final Euro 2008 antara Spanyol Vs Germany.

Pukul 02.00 dini hari istriku bangun, katanya perutnya mules-mules. Wah…..jangan-jangan mau melahirkan pikirku saat itu. Padahal perkiraan dokter lahir tgl 17 Juli 2008. Perasaan tegang Final Euro bercampur jadi satu dengan tegangku pada keadaan istriku. Kutelepon bidan terdekat untuk konfirmasi melahirkan. Langsung saja berangkat ke rumah bidan tsb.

Aku menyaksikan perjuangan istriku mempertaruhkan nyawa untuk kelahiran putra keduaku ini. Saat dia kesakitan, saat dia merintih, saat dia meremas lenganku sampai kukunya tertancap. Saat-saat yang tidak kualami pada kelahiran anak pertamaku karena kebetulan aku masih bertugas di Surabaya, sedangkan istriku melahirkan di Sragen.

Tepat jam 03.15 (30 Juni 2008) dini hari istriku melahirkan bayi laki-laki (yang menurut sebagian orang merupakan proses persalinan yang singkat).

Alhamdulillah ya Allah, Engkau anugrahkan kami bayi yang tampan :y :y

Saat menjelang Fajar, saat sebagian orang tegang nonton final Euro 2008, lahirlah bayi anak keduaku dengan berat 2,8 kg. Perasaah lega mewarnai hati kami, saat yang ditunggu-tunggu telah tiba.

Tangis Sang Fajar singkap sunyinya sepertiga malam. Bulir bahagia menyeruak teriring angin pagi yang lembut bertiup. Rasa syukur terlontar hapuskan cemas. Rona rindu membilas asa yang terangkum syahdu.

Semoga kelak menjadi anak yang bertaqwa, berbakti pada orang tua, berguna bagi bangsa dan Negara. Amiiin.

Minggu, 22 Juni 2008

DragonForce

Sudah lama aku tidak dengerin musik2 kesukaanku dulu. Selama ini paling yang kuputar musik dari band2 lokal, seperti Ungu, Dewa 19, Letto, Nidji, dll, yang tempo musiknya cenderung slow. Perlu aku cerita nih dikit..., dulu kira2 10 th yang lalu aku hobby dengerin musik2 cadas/ metal seperti: Helloween, Metallica, Iron Maiden, GNR, dll, pokoke musik metal deh..... ( he he he... jadi inget masa muda dulu ;)). Bahkan aku sempat membentuk Gruop Band sama temen2. Liat tuh... aksi panggungku (yg pegang gitar warna putih)



( jadi malu...., saat blon insyaf he he he......)

Hinga beberapa hari lalu aku diputerin lagu dari band asal inggris (DragonForce) oleh teman kerjaku. Wow......jiwa mudaku kembali bangkit. Musiknya bener2 speed metal abis.....



Akhirnya aku searching ke internet untuk download, cari yang gratisan he he he.... Dapet disini
Lumayan album2nya lengkap. Yang terbaru Inhuman Rampage udah dapat. tinggal album sebelumnya, Valley of the Damned dan Sonic Firestorm.

Senin, 09 Juni 2008

Sudahkah Kita Bergaji Halal

Kadang kita tidak menyadari, apa yang kita terima setiap bulan (gaji) masih terkontaminasi hal-hal yang mengharamkan. Memang secara sepintas lalu pada posisi tertentu tidak ada celah untuk menerima suap/imabalan dari pihak lain. Tapi bila ditinjau dari cara kita bekerja, maka kita kadang melakukan korupsi. Yaitu korupsi waktu. Yah…kadang kita istirahat melebihi batas waktu yang ditentukan, atau kita berhenti bekerja sebelum jam pulang tiba, atau kita memundurkan waktu permulaan bekerja hanya untuk ngobrol, baca Koran, main computer, utak atik Hp, dll. Semua itu secara tidak langsungmengurangi jam kerja kita. Sedangkan perusahaan tempat kita bekerja membayar penuh gaji kita selama sebulan.


Dari sisi hasil kerja kadang secara tidak langsung, sadar sadar atau tidak kita memanipulasi segala parameter-parameter hasil kerja supaya kita mendapat hasil yang baik tanpa bersusah payah. Contohnya:
  1. Seorang operator produksi tidak mencatat parameter-parameter hasil mesin produksi yang menjadi tugasnya, tapi memanipulasi parameter2 tersebut diakhir kerja.
  2. Seorang Supervisor produksi tidak berusaha mengawasi anak buahnya dan menyetujui hasil laporan parameter2 produksi tsb padahal dia mengetahui bahwa itu hasil manipulasi.
  3. Seorang Manager Produksi membuat suatu keputusan bukan berdasar pada optimasi perusahaan, tapi agar para bawahannya senang padanya.
  4. Seorang teknisi bekerja dengan baik hanya apabila diawasi atasannya.
Memang bekerja dengan jujur sangat sulit dilaksanakan. Tapi paling tidak ada niatan dari hati kecil kita untuk merubah cara kerja. Dari niatan tersebut akan timbul suatu koreksi dimana itu semua akan membersihkan gaji yang kita terima. Mari kita bekerja dengan JUJUR.

Senin, 02 Juni 2008

Credit Card

Aku ga habis pikir, mengapa aplikasi untuk permohonan kartu kreditku tidak disetujui oleh Bank Mandiri, dengan alasan yang tidak bisa disebutkan. Padahal kalo di lihat semua persyaratan mengenai slip gaji, copy ktp dll sudah aku penuhi.

Selama ini memang aku buta mengenai seluk-beluk credit card. Mungkin jaman sekarang sangat jarang yang tidak mempuyai kartu kredit seperti aku. Bahkan temanku ada yang mempunyai sampai 3 buah. Bukannya aku tidak memenuhi syarat untuk mengurusnya. Tapi aku beranggapan bahwa credit card hanya diperuntukkan untuk berjaga-jaga saja, bila kita membutuhkan dana disaat kondisi keuangan kita tidak memenuhi. Alhamdulillah segala kebutuhan dan tabunganku masih kuanggap balance. Jadi buat apa aku apply credit card, yang akan menambah pengeluaranku dengan adanya bunga yang begitu tinggi (2 – 3%)

Tapi sekarang saat tabunganku terkuras ( buat beli mobil & renov rumah) aku sangat membutuhkan dana yang siap kutarik setiap saat untuk berjaga-jaga bila ada pengeluaran yang tidak terduga.

Akhirnya ku coba ajukan aplikasi ke Bank Mandiri. Tapi seperti telah kujelaskan ternyata GAGAL TOTAL. Bukan apa2 aku mengajukan ke Bank Mandiri karena transfer gajiku tiap bulan melalui bank tsb. Mungkin harus kucoba ke bank lain aja.


by: irdna

Kamis, 29 Mei 2008

Senja

Rinai waktu semakin jauh berjalan
Ratap usia semakin nyaring terdengar
Rantai sahabat semakin renggang teranyam
Aroma sepi mulai melanda teriring galau


Rentang masa tak bisa merangkum asa
'tuk meraih koloni bertabur makna
Hijaukan semangat larutkan duka
Merenda bala meraih bahtera


Semua rasa hanya fatamorgana
Tertutup tabir tersimpan belukar
Yang utama kembali pada fitrah-Nya
Sirnakan suka & duka yang kadang menyilaukan


puisi ini kutulis buat yang merasa usia beranjak senja

by: irdna

Jumat, 23 Mei 2008

Rumput Tetangga

Kadang kita merasa rumput tetangga lebih hijau dari rumput milik kita. Ungkapan ini sangat cocok menggambarkan kondisi disaat aku menyaksikan keberhasilan temanku saat diterima tes kerja di suatu perusahaan pertambangan. Dengan gaji beberapa kali lipat dari pekerjaan lamanya. Meskipun dia harus hidup berjauhan dengan keluarga, karena lokasi tambangnya di pulau Kalimantan. Pengorbanan yang dia lakukan adalah harus hidup terpisah, dengan kesempatan pulang hanya 6 minggu sekali.


Tapi dengan tekat untuk mencari penghidupan yang lebih baik, dia berani berkorban. Bagiku hidup berjauhan dengan keluarga merupakan pengorbanan yang sangat berat. Tapi dengan gaji sebesar itu mungkin akan ada banyak pertimbangan yang akan harus aku pikirkan seandainya aku dalam posisi tersebut.


Rasa untuk mengikuti jejak temanku mulai menggelayut dalam pikiranku. Harapan untuk mengubah hidup ke yang lebih baik terus terbayang. Tapi karena aku belum dalam posisinya, aku tidak cukup merasakan dilema yang akan kuhadapi. Mungkin suatu saat nanti aku berubah pikiran untuk coba melamar. Siapa tahu dipanggil test. Biarlah ketika diterima / tidak menjadi urusan belakangan. Yang penting aku berusaha untuk lebih membahagiakan keluargaku. Bukannya saat ini aku kurang bahagia. Tapi sebagai manusia ada rasa untuk membuat hidup lebih meningkat.


by: irdna

Sabtu, 10 Mei 2008

Kasih-Nya

Kemarin merupakan hari yang menyesakkan bagiku. Tidak tahu apa penyebabnya. Secara umum tidak ada masalah yang menimpa. Hidup berjalan apa adanya. Tapi mengapa hati ini terasa resah. pikiran buntu, segala yang aku kerjakan menimbulkan rasa was-was dalam hati. Segala ucapan dan canda dari teman2 kerjaku terasa seakan melemahkan semagatku. Suara rengekan anak dan sambutan istriku seakan merupakan bunyi genderang yang memekakkan telinga. Rasanya ingin selalu marah aku saat itu. Rasa sedih yang tiada penyebab selalu menggelayut.


Hingga aku tersadar. Rasa yang menerpa merupakan bagian dari kewajaran dari kita sebagai manusia. Rasa itu merupakan anugerah dari Yang Maha Pemberi. Rasa itu mungkin merupakan sentilan dari Yang Maha Bijak, ketika aku mulai tidak menjalani perintahnya secara khusuk. Ketika segala pengabdianku kepada Nya aku jalani setengah hati. Ketika hanya ceremonial secara jasmani saja yang aku jalani. Tapi essensi dari segala yang aku kerjakan tidak aku dapatkan. Semua hanya berpatokan dari untung dan rugi saja. Rasa iklash telah berkurang dalam hati.


Tanpa terencana rasa bahagia datang menerpa. Ketika ada keiklasan dalam hati. Ketika cahaya-Nya mulai menyinari. Ketika embun pagi terasa sebagai rahmat ilahi. Ketika syukur mulai terpancar dalam jiwa. Aku sadar, rasa susah dan senang akan datang silih berganti. Tinggal bagaimana kita menyikapi datangnya hal tersebut. Kita jangan terlarut dalam kedua hal tersebut. Tapi kedua hal itu yang harus larut dalam samudera jiwa. Hingga terpancar cahaya pelangi yang mempesona. Cahaya yang merupakan anugerah dari rasa kasih-Nya.


By: irdna


Senin, 05 Mei 2008

Mozart untuk calon bayiku

Usia kandungan istriku sudah menginjak bulan ke 6. Saat periksa ke dokter kandungan disarankan untuk memperdengarkan music2 klasik, khususnya dari Mozart.


Aku ingat salah satu teman kerjaku punya koleksinya. Maka kemarin aku utarakan untuk pinjam, untuk ku copy ke Mp3 playerku. Tapi ternyata istri teman kerjaku melahirkan dan dia hari ini cuti selama dua hari.


Terpaksa aku download dari internet. Dapat 3 lagu trus ku copy ke Mp3 player ditambah surat2 dari ayat2 Alqur’an yang berformat Mp3 juga. Aku yakin selain irama dari music klasik, ayat-ayat Alqur’an juga akan membentuk otak dan jiwa sang jabang bayi. Mohon doa dari para sobat agar bayiku kelak menjadi orang yang bertaqwa, berbakti pada orang tua dan berguna bagi bangsa dan negara. Amiiin...


by: irdna

Sabtu, 26 April 2008

Syukur

Kita kadang lupa bersyukur ketika kita minum segelas air dingin diwaktu dahaga menerpa. Kita kadang lalai bersyukur ketika kita menikmati sepotong roti ketika kita lapar. Kita kadang mengabaikan untuk bersyukur, ketika kita bangun di pagi hari, badan terasa segar dan udara pagi membuat pikiran jadi fresh.


Kita kadang tidak bersyukur ketika kita dianugrahi nikmat yang sepele seperti diatas. Bagaimana kita akan bisa bersyukur atas rizki mendapat rumah baru, mobil baru, naik jabatan, mendapat jodoh dll jika untuk nikmat yang kecil-kecil kita lalai untuk mengucap syukur.


Marilah kita mulai syukur kita untuk hal-hal yang telah kita capai, untuk hal-hal yang ada pada diri kita. Sesungguhnya Allah akan menambah kenikmatan, bila kita termasuk orang yang bersyukur.

"Dan (ingatlah) diwaktu Tuhan kalian memperingatkan,"Jika kalian bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat-Ku kepada kalian, dan jika kalian kafir, maka azab-Ku amat berat" (QS. Ibrahim : 7) .


By: irdna

Selasa, 22 April 2008

Dibalik Musibah


Si Marwan adalah seorang pegawai kontrakan (out source) di sebuah perusahaan swasta. Hidupnya pas-pasan denga gaji yang hanya cukup untuk makan. Dia mempunyai istri dan dua orang anak.


Suatu hari di waktu libur, dirumah tetangga sebelah rumahnya dia mendengar air mengalir cukup deras. Ternyata si empunya rumah sedang berlibur ke luar kota dan kran air PDAM tidak ditutup. Mungkin mereka lupa menutup kran tersebut. Didorong oleh bisikan hati si Marwan berusaha menutup kran tersebut dengan jalan memanjat pagar rumah. Tapi sayang dia terpeleset dan terjatuh, sehingga kaki kanannya patah.


Akhirnya dia harus opname di rumah sakit. Istrinya terpaksa meminjam uang kesana kemari untuk biaya pengobatan. Perusahaan tempatnya bekerja terpaksa mem PHK, karena sampai 2 minggu dia masih belum bisa masuk kerja.


Memasuki minggu ke -3 dia masih menjalani perawatan di rumah sakit. Dia meratapi nasibnya, bagaimana dia akan mencukupi kebutuhan keluarga, sedang dia masih dalam perawatan. Namun ketabahan masih bersemayam dalam hatinya. Diwaktu malam dia selalu bermunajat kepada Allah minta pertolongan atas himpitan hidup dan keadaan yang menimpanya.


Suatu hari ada pasien baru patah tulang di tempatkan satu ruangan dengan Marwan. Sehari-hari Marwan sering bertukar pikiran dan curhat kepada orang tersebut. Orang tersebut merasa iba dengan apa yang dialami Marwan. Hingga akhirnya dia menawari pekerjaan untuk mengelola salah satu rumah makan miliknya. Kebetulan dia mempunyai beberapa cabang rumah makan di kota itu.


Singkat cerita dua tahun kemudian rumah makan yang dikelola Marwan mengalami kemajuan yang pesat melebihi cabang-cabang yang lain. Marwan sudah hidup berkecukupan. Rumah dan mobil sudah ia miliki sebagai bonus dari kerja kerasnya selama ini. Dia bersyukur, ternyata dibalik musibah yang menimpa ada kenikmatan yang menanti. Niat baik Marwan untuk menolong tetangga mengakibatkan musibah. Musibah yang menimpa merupakan jalan untuk mencapai kesuksesan.


Demikianlah scenario Allah untuk mengangkat derajat seseorang. Ketika orang tersebut tabah dan ikhlas menghadapi cobaan-Nya, kemuliaan dan kesuksesan menanti sebagai rahmat Ilahi.


By: irdna

Rabu, 16 April 2008

Usaha dan Rizki


Si “A” semasa kuliah sangat malas, dia sangat jarang belajar, baginya kuliah hanya untuk memenuhi tuntutan orang tua.


Si “B” sebenarnya anak yang rajin. Tapi karena terpengaruh lingkungan dia menjadi orang yang tidak begitu perduli dengan kuliahnya. Dia rajin hanya pada semester awal saja.


Si “C” anak yang pandai tapi agak bengal. Pada saat-saat akhir kuliahnya dia terpacu untuk segera menyelesaikan kuliah. Dia mulai rajin belajar, meskipun sudah agak terlambat, karena nilai2nya banyak yang pas2an.


Si “D” adalah anak yang rajin. Sebenarnya dia tidak begitu pandai, tapi karena semangat belajarnya tetap terpelihara dia dapat menyelesaikan kuliah dengan cukup memuaskan.


Sepuluh tahun kemudian:

Si “A” hidupnya terkatung-katung. Dia tidak mempunyai pekerjaan tetap. Gelar Sarjana gagal diraih karena dia di DO (drop out).


S “B” hidup pas2an. Untuk bertahan hidup dia menjadi wira usahawan kecil kecilan. Kadang dia memberi les privat ke anak2 sekolah.


Si “C” dapat dikatakan berkecukupan. Dia bekerja di sebuah perusahaan swasta. Meskipun dengan jabatan yang tidak begitu tinggi. Ditambah dengan usaha kecil yang dibina dengan rekan2nya.


Si “D” hidup dengan bergelimang harta. Dia bekerja di perusahaan asing dengan gaji yang besar. Rumahnya di kawasan elit, mempunyai dua mobil dan beberapa investasi berupa tanah di berbagai kota.


Renungan: Segala sesuatu yang di lakukan dengan sungguh2 akan menghasilkan sesuatu yang memuaskan. Memang rizki setiap orang tidak sama. Tapi usaha dan kerja keras akan menentukan optimal tidaknya rizki dari orang tersebut.



by: irdna

Senin, 14 April 2008

Belahan Jiwa


Hidup ini terasa kurang. Ketika kurasakan teman2 sdh mulai terasa jauh. Kebanyakan mereka sudah mulai punya gandengan. Seakan memperlihatkan kemesraan di depan mataku yang masih terus sendiri menjalani hidup ini. Kuliah sudah mendekati penghujung akhir. Tugas Akhir (skripsi) sudah mulai kukerjakan untuk mengejar target lulus tahun ini. Namun semua target seakan tidak begitu memacu semangatku untuk segera menyelasaikannya.

Hingga pada suatu hari aku melihat-lihat buku wisuda saudaraku yang kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta terkenal dikota itu. Aku tertarik pada foto sosok salah satu wisudawati. Wajahnya seakan wajah yang tidak asing bagiku, namanya Wdya Setiawati, dan alamatnya kebetulan tidak terlalu jauh dari tempat kostku. Melalui telepon penerangan (108) aku mendapatkan telefon rumahnya.

Kuberanikan diri untuk menelepon. Dengan sedikit gemetar (maklum ini baru pertama kali aku bertindak nekat menghubungi cewek yang tidak kukenal) kutekan nomor telepon sesuai telepon rumahnya. Ternyata yang mengangkat kakaknya. Setelah kuutarakan maksudku untuk bicara dengan Widya, kakaknya memanggil Widya. “Hallo siapa nih ?” ucap Widya diseberang. Sedikit gugup aku menjawab, “ Aku Indra, temanmu,” sedikit bohong aku saat itu. “Indra yang mana, teman kuliah atau les,”. “Eh anu, teman lesmu,” jawabku. Ternyata si Widya baru mengikuti les bahasa Inggris sekitar 2 mingguan, jadi tidak begitu hafal nama-nama teman sekelasnya.
Setelah ngomong panjang lebar dan berbasa basi aku pamit untuk mengakhiri pembicaraan.
Ternyata Widya orangnya baik, cukup bersahabat. Mungkin dia belum menyadari bahwa aku membohonginya, mungkin dikiranya aku memang teman barunya di tempat les.

Keesokan harinya ku telepon lagi dia, tanggapannya masih belum berubah, baik dan sangat bersahabat. Aku ngobrol tentang banyak hal, mulai kuliah, tentang teman-teman dan sahabat kami, tentang hobby dll. Hingga pada suatu hari dia menyadari bahwa aku bukanlah teman lesnya. Sejak saat itu bertelepon dengannya tidak seakrab kemarin2. Dia menjawab semua perkataanku seminim mungkin. Dia sudah tidak bersahabat lagi. Akhirnya kuutarakan diri untuk bermain kerumahnya. Tapi dia menolak dengan seribu alasan, mungkin dia pikir aku ini orang nekat, belum kenal kok sudah berkunjung kerumah.
Tetapi aku tidak perduli, pada suatu malam aku nekat berkunjung kerumahnya. Dia kaget tidak menyangka. Tapi dengan niat tulus kuutarakan maksudku untuk menjadi sahabatnya. Praduga negative masih terlihat dari gelagatnya. Dengan ketulusan yang tidak kubuat-buat aku mencoba menggali sisi nuraninya untuk meyakinkan bahwa niatku memang benar-benar untuk menjadi sahabatnya. Akhirnya segala yang aku usahakan mendapatkan setitik harapan. Dia sudah mulai menganggapku teman.

Ternyata aku mendapati kenyataan yang begitu meresahkan. Widya merupakan kembang dikampusnya, dan juga bunga di tempat lesnya. Setiap malam minggu banyak pemuda-pemuda yang datang berkunjung, bagaikan kumbang mengerumuni bunga. Namun bunga ini bukan bunga biasa yang begitu saja menerima kehadiran kumbang untuk menghisap madunya. Dia hanya mempersilahkan para kumbang menghirup bau semerbak dari kelopak bunga tanpa bisa menyentuhnya. Begitu pula aku tidak bisa menggapai benang sari dari bunga tersebut.

Disaat bentang rindu sudah melambung tinggi, harapan sudah mengalir deras, bisikan nurani sudah mengiang merdu Secarik asa kuutarakan agar tergapai oleh sang pujaan jiwa. Dengan iringan alunan melody hasrat jiwa yang merona, kutancapkan panah asmara tepat mengenai jantung di lubuk suci hingga dia tak kuasa tuk tanggalkan segala sisa niat suciku.

Saat itulah kusadari, apa yang ada pada dirinya merupakan belahan dari jiwaku, sebagian dari tulang rusuknya merupakan belahan tulang rusukku. Hingga terbentanglah layar dalam mahligai cinta kami tuk mengarungi samudera, menantang gelombang, menempuh hidup baru sebagai sepasang merpati sehidup semati.

by: irdna

Jumat, 04 April 2008

KESEIMBANGAN

Tuhan menciptakan sesuatu pasti mengandung filosofi dan manfaat yang tersembunyi. Kadang kita tidak menyadari atau akal kita tidak mampu mencerna maksud dari ciptaannya. Kadang kita menganggap bahwa Tuhan itu tidak adil. Tapi sesungguhnya dari ketidak adilan itu akan tercipta keadilan yang mutlak.

Misal ada seseorang yang buta sejak lahir. Dari sisi negative orang tersebut tidak bisa melihat keindahan dunia, tidak bisa berjalan sendiri, hidupnya susah karena banyak bergantung pada orang lain. Tapi bila ditinjau dari sisi positif orang tersebut pandangannya akan terhindar dari hal yang berbau maksiat, indera pendengarannya akan lebih tajam dari orang normal, lebih dapat menggunakan kekuatan hati dll.

Untuk orang yang bisu, dari sisi negative orang tersebut tidak bisa berkomunikasi dengan sesama, tidak bisa mengemukakan pendapatnya, tidak bisa mendendangkan lagu kesukaannya. Tapi dari sisi positip orang tersebut akan terhindar dari hal gossip menggosip, terhindar dari caci maki, terhindar dari bicara yang tiada guna, dll.

Untuk orang yang lumpuh, dari sisi negative orang tersebut tidak bisa mengunjungi tempat2 yang ia sukai, tidak bisa melakukan kegiatan yang membutuhkan moving yang tinggi, atau bahkan dia akan selalu bergantung pada orang lain. Dari sisi positif orang tersebut akan terhindar dari tempat yang berbau maksiat, kegiatannya lebih tajam dengan kemampuan otak, dll.

Untuk orang normal sisi positif yang dia punya lebih banyak lagi, dia bisa melihat keindahan dunia, bisa berkomunikasi dengan orang lain, bisa mendengarkan kicau burung di pagi hari, bisa berjalan2 ke tempat yang ia sukai, bisa melakukan kegiatan sesuka hati dll. Tapi dibalik itu ada resiko yang mesti ditanggung, bahkan resiko itu lebih banyak dari orang2 yang cacat. Dia mempunyai resiko untuk melihat gambar2 maksiat, resiko mendengar hal2 yang melanggar agama, menggosip, mencaci maki, bahkan semua resiko yang tidak di punyai oleh semua orang cacat dia akan tanggung.

Demikianlah Tuhan menciptakan keseimbangan di dunia ini. Kita sebagai makhluk ciptaannya harus mensyukuri semua yang dianugrahkan Tuhan pada kita, meskipun hal itu menyakitkan, menyulitkan, memalukan, tidak mengenakkan, dll. Sebenarnya dibalik semua yang dianugrahkan itu pasti ada dua hal yang merupakan poin keseimbangan dari hidup kita. Tinggal kita memilih menonjolkan yang positif atau yang negative. Karena pada hakekatnya hidup ini adalah pilihan. Pilihan untuk menjadi baik atau buruk, menjadi beriman atau murtad, menjadi gembira dengan keadaan kita atau meratapi keadaan kita, menjadi bersukur atau takabur.

By : irdna

Selasa, 25 Maret 2008

Kembali


Ada rasa tuk meniti cahaya
Namun pesona duniawi selalu menyilaukan
Hingga terlena terjaring waktu yang terus berputar
Melayang dalam kebingungan dan kebimbangan jalan fatamorgana

Terhempas dan terbuang dari kancah surgawi
Merenda guratan palsu yang menyesatkan
Terbius alunan semu mabukkan jiwa
Hangatkan sukma terbelenggu asa tiada bertepi

Sinar itu hanya selayang pandang
Berkelebat pergi tinggalkan keraguan
Rasa syahdu membuncah menggapai harapan
Terlukis indah dalam angan yang merindu

Alunan ayat-Mu menembus batas keletihan yang membara
Tasbih semesta hanyutkan dahaga yang melanda
Menggema hingga sadarkan jiwa yang tengah terpesona
Balurkan rindu tuk kembali ke titian sejati

Derap samudera tlah terkendali iringi bayang yang terbias nyata
Mengalun harmoni membentuk aliran yang sejukkan hati
Iringi merdu hiasi hati yang mengembun pancarkan rona yang bersemu jingga
Menggapai ridho mengalir terhembus takdir bersandar pada kilau kata yang suci

by : irdna

Jumat, 21 Maret 2008

Buah yang Manis





Kisah ini dimulai sekitar tahun 1980. Ada seorang anak laki-laki berumur sekitar 7 th. Anak tersebut dari keluarga yang sangat miskin. Ibunya sudah meninggal sejak ia masih kecil. Dan dia tinggal dengan neneknya. Ayahnya sudah menikah lagi. Si anak berjualan es keliling untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Kulitnya yang hitam dan rambut yang merah menandakan dia setiap hari berpanas-panas untuk menjajakan dagangannya.

Suatu hari dia dipanggil oleh suatu keluarga karena anaknya akan membeli es dagangannya. Si nyonya rumah merasa iba melihat kondisi anak tersebut. Dia memperhatikan, baju yang sudah lusuh dan kumal, sandal yang berlainan warna kiri dan kanan, mata yang memerah menandakan dia sudah kepayahan. Si nyonya rumah menawarkan dia bekerja di rumah tersebut, untuk menjadi pembantu rumah tangga dan dimasukkan sekolah dasar, karena sampai saat itu si anak belum pernah mengenyam bangku sekolah.

Setelah mendapat ijin dari sang nenek, mulailah dia tinggal bersama keluarga itu. Keluarga tersebut mempunyai 3 orang anak yang masih kecil-kecil. Setiap hari dia bangun pagi sekali. Setelah sholat subuh dia mengerjakan pekerjaan rumah, menyapu, mencuci piring, mencuci baju, lalu pada jam 7 dia berangkat sekolah. Sepulang sekolah dia melanjutkan pekerjaan rumah. Setelah itu dia menemani anak-anak majikannya bermain. Demikian pekerjaan itu dijalaninya selama bertahun-tahun dengan hati senang dan ikhlash.

Hingga pada suatu hari si tuan rumah di pindah tugas ke lain kota oleh instansi tempatnya bekerja. Pada saat itu si anak sudah berumur 18 th. Dia sudah duduk di bangku SMA. Tidak terasa sudah 11 tahun dia mengabdi pada keluarga tersebut. Sudah saatnya dia hidup mandiri, karena dia tidak mau berpisah dengan neneknya, dengan ikut keluarga tersebut. Terpaksa dia berpisah dengan keluarga yang telah banyak berjasa dalam hidupnya. Rasa berat untuk berpisah dirasa sangat berat bagi keluarga terutama sang tuan rumah. Karena dia menemukan semangat yang luar biasa untuk belajar pada diri sang anak.

Dua puluh tahun berlalu, Si tuan rumah sudah berpindah tugas beberapa kali, dan dia menduduki suatu jabatan penting di instansi pemerintah dan ditempatkan di ibukota propinsi. Setiap hari dia menemui tamu dan beberapa pejabat pemerintah untuk urusan kedinasan. Suatu hari dia di hubungi receptionist bahwa ada seorang tamu yang mengaku anak angkatnya dulu. Ingin bertemu. Si tuan rumah sudah mulai lupa dengan anak pungutnya. Dia berpikir mungkin hanya orang yang mengaku-ngaku saja. Jaman sekarang banyak orang yang memanfaatkan kesempatan untuk memperoleh keuntungan dengan segala cara.

Begitu bertemu si tuan rumah sudah tidak mengenali, karena kondisi si anak sudah jauh berbeda. Dia berpakaian rapi ber jas dan berdasi. Begitu dijelaskan, betapa terharunya si tuan rumah. Ternyata si anak sudah menjabat kepala dinas di sebuah instansi pendidikan. Dia sudah hidup makmur. Rupanya setelah berpisah dengan keluarga si tuan rumah, si anak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi hingga mencapai gelar Sarjana. Dia membiayai kuliahnya dengan menjadi loper Koran.

Renungan : Semua yang dilakukan dengan tulus iklash akan membuahkan hasil yang manis. Si anak pungut iklash membantu keluarga si tuan rumah, sedangkan si tuan rumah juga iklash membantu pendidikan sang anak pungut. Demikianlah rantai kebajikan akan memunculkan kebaikan pula. Tali silaturahmi antara si anak pungut dengan keluarga si tuan rumah terus terjalin, meskipun sekarang dipisahkan jarak. Si tuan rumah merasa bangga dengan apa yang telah dicapai oleh si anak pungut, meskipun bukan merupakan darah dagingnya.

Congratulation just for Bp. Fathorrahman, SPd, MSc. You’ll always be in our heart.

By : irdna

Renungan untuk suami-suami: Bila Istri Cerewet


Adakah istri yang tidak cerewet? Sulit menemukannya. Bahkan istri Khalifah sekaliber Umar bin Khatab pun cerewet.

Seorang laki-laki berjalan tergesa-gesa. Menuju kediaman khalifah Umar bin Khatab. Ia ingin mengadu pada khalifah; tak tahan dengan kecerewetan istrinya. Begitu sampai di depan rumah khalifah, laki-laki itu tertegun. Dari dalam rumah terdengar istri Umar sedang ngomel, marah-marah. Cerewetnya melebihi istri yang akan diadukannya pada Umar. Tapi, tak sepatah katapun terdengar keluhan dari mulut khalifah. Umar diam saja, mendengarkan istrinya yang sedang gundah. Akhirnya lelaki itu mengurungkan niatnya, batal melaporkan istrinya pada Umar.

Apa yang membuat seorang Umar bin Khatab yang disegani kawan maupun lawan, berdiam diri saat istrinya ngomel? Mengapa ia hanya mendengarkan, padahal di luar sana,ia selalu tegas pada siapapun?

Umar berdiam diri karena ingat 5 hal. Istrinya berperan sebagai BP4. Apakah BP4 tersebut?

1. Benteng Penjaga Api Neraka

Kelemahan laki-laki ada di mata. Jika ia tak bisa menundukkan pandangannya, niscaya panah-panah setan berlesatan dari matanya, membidik tubuh-tubuh elok di sekitarnya. Panah yang tertancap membuat darah mendesir, bergolak, membangkitkan raksasa dalam dirinya. Sang raksasa dapat melakukan apapun demi terpuasnya satu hal; syahwat.

Adalah sang istri yang selalu berada di sisi, menjadi ladang bagi laki-laki untuk menyemai benih, menuai buah di kemudian hari. Adalah istri tempat ia mengalirkan berjuta gelora. Biar lepas dan bukan azab yang kelak diterimanya, Ia malah mendapatkan dua kenikmatan: dunia dan akhirat.

Maka, ketika Umar terpikat pada liukan penari yang datang dari kobaran api, ia akan ingat pada istri, pada penyelamat yang melindunginya dari liukan indah namun membakar. Bukankah sang istri dapat menari, bernyanyi dengan liukan yang sama, lebih indah malah. Membawanya ke langit biru. Melambungkan raga hingga langit ketujuh. Lebih dari itu istri yang salihah selalu menjadi penyemangatnya dalam mencari nafkah.

2. Pemelihara Rumah

Pagi hingga sore suami bekerja. Berpeluh. Terkadang sampai mejelang malam. Mengumpulkan harta. Setiap hari selalu begitu. Ia pengumpul dan terkadang tak begitu peduli dengan apa yang dikumpulkannya. Mendapatkan uang, beli ini beli itu. Untunglah ada istri yang selalu menjaga, memelihara. Agar harta diperoleh dengan keringat, air mata, bahkan darah tak menguap sia-sia Ada istri yang siap menjadi pemelihara selama 24 jam, tanpa bayaran.
Jika suami menggaji seseorang untuk menjaga hartanya 24 jam, dengan penuh cinta, kasih sayang, dan rasa memiliki yang tinggi, siapa yang sudi? Berapa pula ia mau dibayar. Niscaya sulit menemukan pemelihara rumah yang lebih telaten daripada istrinya. Umar ingat betul
akan hal itu. Maka tak ada salahnya ia mendengarkan omelan istri, karena (mungkin) ia lelah menjaga harta-harta sang suami yang semakin hari semakin membebani.

3. Penjaga Penampilan

Umumnya laki-laki tak bisa menjaga penampilan. Kulit legam tapi berpakaian warna gelap. Tubuh tambun malah suka baju bermotif besar. Atasan dan bawahan sering tak sepadan. Untunglah suami punya penata busana yang setiap pagi menyiapkan pakaianannya, memilihkan apa yang pantas untuknya, menjahitkan sendiri di waktu luang, menisik bila ada yang sobek. Suami yang tampil menawan adalah wujud ketelatenan istri. Tak mengapa mendengarnya berkeluh kesah atas kecakapannya itu

4. Pengasuh Anak-anak

Suami menyemai benih di ladang istri. Benih tumbuh, mekar. Sembilan bulan istri bersusah payah merawat benih hingga lahir tunas yang menggembirakan. Tak berhenti sampai di situ. Istri juga merawat tunas agar tumbuh besar. Kokoh dan kuat. Jika ada yang salahdengan pertumbuhan sang tunas, pastilah istri yang disalahkan. Bila tunas membanggakan lebih dulu suami maju ke
depan, mengaku, ?akulah yang membuatnya begitu.? Baik buruknya sang tunas beberapa tahun ke depan tak lepas dari sentuhan tangannya. Umar paham benar akan hal itu.

5. Penyedia Hidangan

Pulang kerja, suami memikul lelah di badan. Energi terkuras, beraktivitas di seharian. Ia butuh asupan untuk mengembalikan energi. Di meja makan suami Cuma tahu ada hidangan: ayam panggang kecap, sayur asam,sambal terasi dan lalapan. Tak terpikir olehnya harga ayam melambung; tadi bagi istrinya sempat berdebat, menawar, harga melebihi anggaran. Tak perlu suami memotong sayuran, mengulek bumbu, dan memilah-milih cabai dan bawang. Tak pusing ia memikirkan berapa takaran bumbu agar rasa pas di lidah. Yang suami tahu hanya makan. Itupun terkadang dengan jumlah berlebihan; menyisakan sedikit saja untuk istri si juru masak. Tanpa perhitungan istri selalu menjadi koki terbaik untuk suami. Mencatat dalam memori makanan apa yang disuka dan dibenci suami.

Dengan mengingat lima peran ini, Umar kerap diam setiap istrinya ngomel. Mungkin dia capek, mungkin dia jenuh dengan segala beban rumah tangga di pundaknya.Istri telah berusaha membentenginya dari api neraka, memelihara hartanya, menjaga penampilannya, mengasuh anak-anak, menyediakan hidangan untuknya. Untuk segala kemurahan hati sang istri, tak mengapa ia mendengarkan keluh kesah buah lelah.

Umar hanya mengingat kebaikan-kebaikan istri untuk menutupi segala cela dan kekurangannya. Bila istri sudah puas menumpahkan kata-katanya, barulah ia menasehati, dengan cara yang baik, dengan bercanda.Hingga tak terhindar pertumpahan ludah dan caci makitak terpuji.

Akankah suami-suami masa kini dapat mencontoh perilaku Umar ini ?. Ia tak hanya berhasil memimpin negara tapi juga menjadi imam idaman bagi keluarganya.

Oleh : Ahmad Bustam


Find this article on milist supermindpwer.
lets join in
http://tech. groups.yahoo. com/group/ SuperMindPower